Logo-light

Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Iprahumas Ikut Rumuskan Strategi Komunikasi Publik PHTC Bidang Kesehatan 2025–2029

Admin

18 November 2025

285

Gambar Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Iprahumas Ikut Rumuskan Strategi Komunikasi Publik PHTC Bidang Kesehatan 2025–2029

Jakarta (Iprahumas)---Upaya memperkuat efektivitas komunikasi publik program kesehatan nasional kembali mendapat dukungan lintas sektor. Tim Iprahumas, yang diwakili oleh Silvany Dianita dan Ifa Nurul Utami turut hadir sebagai pemangku kepentingan dalam Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Strategi Komunikasi Publik Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Bidang Kesehatan 2025–2029 yang digelar oleh Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI.

Keterlibatan Iprahumas menjadi penting mengingat strategi komunikasi publik kini dituntut semakin kolaboratif, lintas program, serta adaptif terhadap persepsi dan dinamika publik. PHTC, yang meliputi program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Pengentasan Tuberkulosis (TBC), dan peningkatan kapasitas RSUD, membutuhkan komunikasi yang terarah agar pesan kebijakan tersampaikan secara jelas, inklusif, dan mudah diakses masyarakat.

Dalam sesi diskusi, Silvany Dianita menyampaikan perlunya integrasi pendekatan komunikasi antara sektor kesehatan, sosial, dan pendidikan untuk memperluas jangkauan pesan PHTC. Ia juga menekankan pentingnya panduan komunikasi yang responsif terhadap perubahan perilaku publik serta narasi yang mampu membangun kepercayaan masyarakat.

“Pendekatan lintas sektor menjadi kunci agar pesan PHTC tidak berjalan sendiri. Komunikasi publik perlu disusun secara adaptif agar relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/11/2025).

Keselarasan tersebut sejalan dengan penyampaian Ketua Tim Kerja Strategi Komunikasi Biro Komunikasi Kemenkes, Dwi Handriyani, yang menegaskan bahwa penyusunan strakom ini diarahkan untuk mendorong partisipasi publik sekaligus mendukung keberhasilan pelaksanaan PHTC.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung keberhasilan pelaksanaan PHTC yang sedianya dipublikasikan pada awal tahun 2026,” jelas Dwi.

FGD berlangsung aktif dan produktif dengan melibatkan perwakilan kementerian, lembaga, serta mitra lintas sektor lainnya. Kehadiran Iprahumas memperkuat komitmen pemerintah dalam memastikan harmonisasi pesan dan peningkatan efektivitas komunikasi publik di tingkat nasional.

(Dewi Indah Ayu D.)

Bagikan