Logo-light

IPRAHUMAS Tingkatkan Literasi Digital Lewat Panduan Penulisan Buku Kehumasan

Superadmin

07 Agustus 2025

271

Gambar IPRAHUMAS Tingkatkan Literasi Digital Lewat Panduan Penulisan Buku Kehumasan

Jakarta (Iprahumas). Dalam rangka meningkatkan literasi dan penyiapan penulisan antologi Buku kehumasan terkait dengan perkembangan Akal Imitasi (AI), Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) memanggil para praktisi humas Indonesia untuk ikuti Webinar mudah menulis artikel kehumasan (5 topik buku antologi). Sebanyak 315 orang pranata humas dan praktisi kehumasan ikuti webinar ini secara daring pada Selasa (29/7/2025).

 

Webinar tersebut menghadirkan narasumber dengan pokok bahasan yang saling melengkapi diantaranya pakar komunikasi, Usman Kansong dan Rita Nurlita Pranata Humas Ahli Madya Pemkot Depok. Webinar dibuka oleh wakil ketua umum Iprahumas Indonesia Periode 2025-2027  Faisal Fahmi mengatakan bahwa penulisan antologi buku kehumasan kali ini diharapkan berisikan berbagai pemikiran inovatif, sharing knowledge hingga kebiasaan atas dinamika keumasan saat ini, khususnya di era digital dan juga pesatnya perkembangan artificial intelligence atau akal imitasi.

 

Faisal menambahkan bahwa tantangan terbesar kita ke depan, bukan hanya sekedar bagaimana Humas mampu mengadopsi teknologi terkini, melainkan juga bagaimana humas dapat berperan sebagai penjaga makna di tengah kebisingan data dan juga informasi artificial. “Humas mempunyai peran penting dalam minimalisir distorsi dengan menjaga dan juga merawat narasi di ruang-ruang publik” imbuh Faisal.

 

Faisal mengharapkan sebanyak 1500 anggota aktif dari total 1.900 peranata humas yang ada di Indonesia berkolaborasi untuk terus berkomunikasi memperkuat narasi tunggal pemerintah,

mempercepat klarifikasi informasi, dan juga menjaga jembatan kepercayaan publik di tengah derasnya arus disrupsi informasi. Pada sesi berikutnya Usman Kansong memberikan penguatan strategi dan kreatifitas menulis Disampaikan bahwa menulis itu adalah bagaimana data diinterpretasikan menjadi narasi.

 

Usman mengutip kalimat dari Pramudya Ananta Toer bahwa orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah. Menulis Adalah bekerja untuk keabadian. Usman terus mendorong para pranata humas untuk menulis dan tidak perlu takut salah. Dengan menulis, pranata humas mendokumentasikan pikiran pikiran sehingga bisa bekerja untuk keabadian. 

 

Mengakhiri sesi webinar ini, Rita Nurlita memaparkan tema dan timeline penulisan buku antologi kehumasan. Dengan tema transformasi kehumasan di era akal imitasi dan juga literasi kesehatan kehumasan Iprahumas Indonesia memanggil para pranata humas untuk menuangkan kreatifitas penulisan melalui 5 Sub Tema Diantaranya AI dan Etika Komunikasi Publik, Literasi Digital Dan Psikososial Humas, Transformasi Peran Humas Pemerintah Di Era Otomatisasi, Psikologi Publik Dan Strategi Kehumasan Berbasis Data dan Kolaborasi Akal Imitasi dan Manusia Dalam Produksi Konten Kehumasan (by edit dr).

Bagikan