IPRAHUMAS GELAR KEBAL TIPS SUKSES UJI KOMPETENSI PRANATA HUMAS
Superadmin
17 November 2025
289
Jakarta (14 November 2025) — Ikatan Pranata Hubungan Masyatakat (Iprahumas) Indonesia kembali menggelar kelas belajar (kebal) persiapan awal mengikuti uji kompetensi untuk mewujudkan pranata humas yang kompeten dan profesional.
Kelas belajar dirancang untuk meningkatkan kemampuan kehumasan dan komunikasi efektif dengan membahas topik cara jitu menyusun strategi komunikasi publik.
Tujuan yang hendak dicapai bagaimana membangun strategi komunikasi publik yang efektif, serta memperkuat kapasitas profesional pranata humas pemerintah dalam menghadapi tantangan komunikasi publik diera digital.
Acara yang diikuti kurang lebih 270 peserta ini mengulas sharing session: uji kompetensi dengan narasumber Putri Puspita, Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia.
Ketua Umum Iprahumas, Fachrudin Ali Ahmad, membuka kegiatan mengajak peserta menimba ilmu seluas-luasnya dan semangat menyambut uji kompetensi. Menurutnya, sedikit pakar di Indonesia yang memiliki kompetensi PESO dan AMEC yang bersertifikat.
Pada acara kelas belajar kali ini, narasumber nantinya akan memokuskan pada materi model baru uji kompetensi (ukom) berbasis portofolio.
"Jadi acara hari ini sebagai salah satu bentuk keuntungan menjadi anggota Iprahumas. Kalau dulu pranata humas yang mendaftar menjadi anggota tidak mendapatkan apa-apa. Tapi sekarang setiap orang atau pranata humas yang mendaftar menjadi anggota, itu otomatis akan mendapatkan minimal satu kali kelas belajar persiapan ukom," ujarnya.
Dikatakan Fachrudin, bahwa ke depan pihaknya akan menyelenggarakan sejumlah sesi kelas belajar siap uji kompetensi termasuk rencana mengadakan acara satu dekade berdirinya Iprahumas. Kegiatan tersebut akan menghadirkan narasumber-narasumber keren, narasumber yang sudah cukup dikenal, termasuk juga para dewan pakar, dewan kehormatan seperti kepala biro komunikasi beberapa kementerian dan sejumlah pakar dibidang komunikasi.
"Perlu kami sampaikan bahwa pakar di kami (Iprahumas-red) itu selain banyak juga mumpuni. Ada Dirjen IKP sebelumnya. Kemudian, selain ketua-ketua Iprahumas, juga Prita Laura, mantan juru bicara Valentina Daniel, Mas Jojo, Kang Arul, dan lainnya yang sudah cukup dikenal," ungkapnya.
Menurut Pranata Humas Ahli Madya Kementerian Kesehatan ini, ada beberapa pihak profesional yang yang cukup dekat dengan Iprahumas, seperti mbak Faradila karena memiliki visi misi yang sama dalam membantu mengembangkan kompetensi pranata humas di Indonesia. Kompetensi pranata humas yang baik akan membantu akselerasi pencapaian target-target pemerintah untuk mengusahakan program-program prioritas, sehingga mudah diterima oleh publik. Dengan begitu, dukungan publik secara otomatis akan lebih baik dan positif.
Kelas belajar yang diselenggarakan Iprahumas kali ini dikhususkan untuk persiapan uji kompetensi Jabatan Fungsional Pranata Humas, baik yang belum pernah mengikuti ukom maupun yang sudah ukom. Mengingat materi yang disampaikan dalam kelas belajar tidak hanya materi-materi ukom saja tetapi juga materi-materi komunikasi kehumasan secara umum.
Dituturkan Fachrudin, dalam kelas belajar yang digelar tersebut, narasumber akan memaparkan materi penyusunan portofolio dokumen strategi komunikasi publik. Ia lantas mengharapkan para peserta memanfaatkan kesempatan yang baik tersebut dengan mengulik secara maksimal ilmu dan kemampuan narasumber.
"Bagi pranata humas yang belum atau sudah mendaftar menjadi anggota Iprahumas tapi belum sempat ikut hari ini, pada Desember nanti kita berencana akan mengadakan kelas belajar yang kedua. Modul yang akan dibelajarkan seputar penyiapan portofolio dokumen komunikasi krisis. Mirip seperti kegiatan hari ini tetapi lebih kreatif dengan menyusun dokumen komunikasi krisis, walaupun tidak semua lembaga pernah mengalami krisis. Paling tidak teman-teman harus paham karena ke depan kita dituntut memiliki kompetensi stategik, bukan hanya kompetensi teknis," bebernya.
Fachrudin menegaskan, pranata humas perlu meningkatkan derajat kompetensi personal melalui pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan maupun penguasaan kemampuan-kemampuan strategis.
Sementara itu, Faradilla Astari, memaparkan materi strategi kehumasan berbasis inside. Artinya apapun yang dibuat oleh seseorang berkaitan dengan tugas-tugas kehumasan harus berbasis data.
"Ketika orang membuat strategi komunikasi maka ia tidak bisa lagi menganggap riset sebagai opsi, tapi menjadi yang paling utama dengan basis data yang jelas," tandasnya.
Menurutnya, ada lima kapabilitas yang perlu dimiliki pranata humas, yaitu planning (perencanaan), campigne (kampanye), komunikasi krisis, evaluasi dan measurement serta modal sosial. Ia menekankan pentingnya perencanaan dan kampanye guna mengukur dampak, sehingga perlu strategi yang proaktif untuk melihat reaktif publik. Karena itu, perlu mendorong atau memungsikan jaringan yang dimiliki untuk membantu mencapai tujuan komunikasi.
Dipaparkan Faradila, bahwa tantangan terbesar humas saat ini adalah anggaran yang kecil dan sumberdaya manusia (SDM) yang belum mumpuni. Cara yang perlu ditempuh jika anggaran kecil yaitu dengan meningkatkan kompetensi SDM. Pranata humas mesti memiliki kemampuan untuk berperan serta dalam menghadapi berbagai macam tantangan.
"Ini penting jika target yang ditetapkan besar tapi anggaran kecil dan SDM sedikit. Ini berarti beban pranata humas itu besar maka harus memiliki kompetensi yang mumpuni. Intinya, kita harus memiliki lima kapabilitas tersebut," demikian Faradila.
Pada materi sharing session, Putri Puspita, mengatakan uji kompetensi sebagai proses pengukuran dan penilaian terhadap kompetensi teknis, manajerial, dan/atau sosial kultural dari seseorang aparatur sipil negara dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam jabatannya. Begitu pula uji kompetensi pranata humas diselenggarakan sesuai standar kompetensi jabatan fungsional pranata humas.
Dipaparkannya, ada beberapa mekanisme uji kompetensi bagi pranata humas. Mulai dari pre test yang mengharuskan pranata humas membuat daftar riwayat hidup, membuat surat pernyataan orisinalitas, mengisi form pre-assessment, cek SKP, dan menyiapkan portofolio.
Para peserta ukom juga mengerjakan essai dengan tema telah ditentukan oleh panitia dan dikumpulkan H-1 uji kompetensi. Disusul ujian tertulis, di mana para peserta mengerjakan butir-butir soal dalam waktu yang pendek.
"Kemudian ujian praktek. Kita diminta membuat produk kehumasan sesuai dengan pilihan yang disediakan. Terus wawancara. Bagi Pranata Humas Muda presentasi 5 menit dan Pranata Hunms Madya akan presentasi 7 menit. Tanya jawab oleh tim penilai dalam waktu tertentu," ungkapnya.
Pada penilaian portofolio, peserta uji kompetensi diwajibkan menyampaikan portofolio sebagai bahan uji kompetensi sesuai dengan jenjang yang dituju. Tipsnya sebisa mungkin memenuhi semua materi, tetapi sekurang-kurangnya 50 % ke atas dari jenis-jenis hasil kerja sehingga perlu diipersiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Hasil kerja ini meliputi program kehumasan, strategi komunikasi, publikasi kehumasan, audit komunikasi, dan rekomendasi perangkat norma, standar, prosedur maupun instrumen dalam melakukan penyusunan kebijakan komunikasi publik.
"Perlu pula contoh konkret seperti apa kerja-kerja advokasi kita terkait kebijakan komunikasi publik. Mulai perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Kemudian aktivitas lain-lain seperti inovasi program kehumasan, relasi media, dan lain-lainnya," jelas Putri.
Dikatakan lebih lanjut, peserta juga presentasi membuat 3 buku essai/narasi yang berrkaitan dengan pengelolaan tim kerja. Peserta pun mesti memproyeksikan perencanaan karir 10 tahun ke depan, serta mengatasi konflik kepentingan. Essai dikumpulkan H-1 pelaksanaan uji kompetensi.
Dalam membuat essai, kata Putri, ada tiga tips yang harus diperhatikan, di antaranya narasi essai terstruktur baik pendahuluan, isi, kesimpulan, dan penutup. Essai yang dibuat mesti menunjukan kompetensi peserta yang bersangkutan baik manajerial, sosio kultural maupun teknis. Selain itu, penting menceritakan kembali real yang pernah dihadapi. Pada ujian tertulis, sebut Putri, bentuk soalnya terdiri dari pilihan ganda, benar salah, dan jawaban terbuka.
"Sedikitnya ada 25 butir soal yang dikerjakan dalam durasi waktu yang singkat. Soal-soal yang diujikan itu seputar ilmu komunikasi dasar, kehumasan pemerintah, pemberitaan, media, dan regulasi kehumasan," jelasnya.
Dalam ujian praktek, peserta uji kompetensi perlu membuat produk kehumasan, seperti konten medsos dan naskah opini (Jenjang Pertama). Untuk Jenjang Muda diminta membuat naskah sambutan, siaran pers, naskah berita dan TOR kerja. Berikutnya, Jenjang Madya diminta membuat briefing note dan analisis konten media sosial.
"Tips aspek teknis yang harus disediakan antara lain bukti portofolio. Terus fokus pada pekerjaan teknis kehumasan, dan menunjukan kemampuan dan hasil pekerjaan. Untuk aspek non teknis, ya kita perlu mempersiapkan performa yang maksimal, baik penampilan, kepercayaan diri dan perlu perhatikan pada cara kita berkomunikasi. Tak kalah penting yaitu manajemen waktu. Maka, kita perlu simulasi sebelum tampil ukom," bebernya. (sarjono_prahummudaklu)
Berita Lainnya
Langkah Tegas Pemerintah Terhadap ASN Terlibat Organisasi Terlarang
3950
28 Januari 2021
Presiden Menerima Tujuh Surat Kepercayaan dari Dubes LBBP untuk Indonesia
1830
04 Februari 2021